Hay guyzz..
Menyambung dengan
pada Part I – Batik Solo Carnival 2016, kali
ini aku akan mengulik kembali tentang keseruan pada moment Batik Solo Carnival
2016.
Setelah sebelumnya kami melakukan perjalanan ke kebun
teh kemuning sekitar 2 jam kami berwisata alam memandangi kebun teh tsb, kami
pun menikmati hasil perkebunan teh yaitu mencicipi teh yang segar dan hangat
yang berada di Kaki Gunung Lawu, kami pun tak pantang lelah untuk trip
selanjutnya. Kami kembali berjalan untuk ke Candi Cetho yang berada di Kab.
Karanganyar –Jawa Tengah. Candi ini memiliki ukuran panjang 190m lebar 30m dan
berada di kentinggian 1496 m dari permukaan air laut.
Setelah 2 jam perjalanan
akhirnya kami pun tiba, cukup lama dan ketika kami menuju kesana cuaca pun
mendung dan kabut putih pun mulai turun tapi untung saja masih ada mentari yang
bersinar :))) cerah. Untuk menuju Candi Cetho
membutuhkan sekitar 1 jam dengan mobil. Wisata daerah ini agak sepi mungkin
karna minimnya akomodasi pada rute tsb. Bila ingin ke candi tsb kita wajib
menggunakan kendaraan pribadi ataupun menyewa.
![]() |
| Welcome Gapura Candi Cetho |
Tettttottt..tt
akhirnya tibalah kami di Candi Cetho, untuk masuk kedalam tempat wisata ini
dikenakan biaya Htm sekitar Rp.10.000 untuk hari biasa. Pada pintu masuk gapura
candi ini, kita wajib mengenakan kain yang dililitkan seperti mengenakan rok
namanya kain Kampuh, tak ada perbedaan mengenakan kain ini untuk pria atau
wanita dan biasanya untuk mengenakan kain tsb dipakaiankan oleh petugas yang
berjaga disana. Biaya untuk kain tersebut hanya dikenakan biaya seikhlasnya pada
kotak yang tersedia disana guyzz.
![]() |
| model memakai Kain Kampuh |
Ketika memasuki
wisata candi cetho sangatlah terasa adat kebudayaan Hindu dengan keagungan
serta kemangisan candi cetho, berudara sejuk, sekeliling pun sangat terasa
aroma dupa mengelilingi sekitaran candi tsb yang cukup menyedihkan diwilayah
candi ini kerap berselimut kabut sehingga bila ingin berkunjung kesana
dipastikan datang pagi agar cuaca cerah dapat menikmati pemandangan serta
foto-foto dengan cuaca cerah. Untuk berfoto sangatlah menjadi bahan referensi
karna tempat ini sepi dari keramaian *untuk
yang hoby self-camera/ootd seperti aku sangatlah cocok :))) *
Di pintu masuk kita akan menaiki anak tangga yang cukup
banyak dengan kemiringan karena ada dibukit gunung jadi bila kesana diwajibkan
mempunyai semangat serta tenaga extra :)) apalagi untuk usia lanjut yaa .. sungguh perlu pegangan kuat
untuk menaikin anak tangga tsb. Anyway pada welcome gapura kita langsung
disungguhkan patung.
![]() |
| Candi Cetho |
Lanjut masuk ke
dalam Candi Cetho, terlihat banyak sekali prasasti peninggalan sejarah yang
kuat serta ada juga prasasti tanpa kepala ataupun badan yang hanya disana *konon katanya ada beberapa yang hilang
serta dijual* dan untuk melestarikannya dengan penempatankan penyebaran
prasasti ditempat wisata keagaman seperti salah satunya disini.
![]() |
| Salah satu prasasti Candi Cetho |
Pada salah satu
gambar diatas ini ada beberapa peninggalan prasastinya yang terpecah dan hanya
dibuat tumpukan abstrak walaupun ada juga yang bentuknya sempurna.
![]() |
| Candi Cetho |
Dan ketika selama
1.5 jam kami menikmati wisata Candi Cetho, keadaan cuaca sudah tidak mendukung
sinar cemerlang matahari mulai redup dan awanpun turun padahal masih jam 14.00
wib. Kami pun langsung bergegas turun dari anak tangga dengan perasaan sedikit
kecewa ..huftt L
karena belum berfoto sampai puncak candi.
Okeyy... lanjutlah
destinasi kami selanjutnya untuk mengisi perut yang sudah berteriak meminta
bertanggungjawaban atas stamina kami yang sudah loyo :((( .
Anyway sepertinya
kami kalap atas makanan ini semua, semua makanan hampir ludes tak bersisa
sedikitpun. Akhirnyaa setelah makan dan kembali changer tenaga beberapa lama
kemudian kami lanjut ke hotel untuk mengumpulan tenaga kami yang hilang serta
bau-bau badan yang sangat lengkett.. :p hihi
Lanjut hari terakhir
di kota Solo (walaupun sedih ya cin,
pengennya mah masih di Solo liburan nikmati wisata alam yang indah dan sejuk
). Anyway
Sinar mentari #keepsmile J
yang cerah bersinar meliputi kawasan kota solo tepatnya pukul 07.00 wib kami
berkumpul kembali serta breakfast bersama and masih standby dilounge hotel, 5
menit dari waktu ditentukan kami menuju destinasi selanjutnya Pura
Mangkunegara.
![]() |
| Pura Mangkunegara - Solo |
Pura mangkunegara
layaknya keraton namun ukuran yang lebih kecil. Bangunan ini terbuat dari kayu
jati utuh walaupun bangunan bersejarah masih kokoh lho bangunan ini serta belum
ada perubahan yang signifikan dari peninggalan sebelumnya. Ketika kita masuk ke
dalam untuk berwisata dikenakan biaya Htm Rp.12.000/turis lokal dan untuk group
ditemani satu tourguide wanita yang menemani didalam area.
Pada welcome pura
ada dua ekor patung singa yang menyambut kedatangan pada turis seperti kami dan
mereka pun termasuk yang menjaga pura mangkunegara *mistik banget yehh :))) * .
![]() |
| sisi timur Pura Mangkunegara |
![]() |
| Sisi timur Pura Mangunegara |
![]() |
| Dahulu bekas sekolah dasar |
![]() |
| Halaman utama Pura Mangkunegara |
Dan ini beberapa
spot yang cukup bagus di Pura mangkunegara ketika kita berada ditempat ini
sangat teduh,tenang, dan tidak banyak aktifitas yang dilakukan beberapa turis
disini, ooh yaa,, pada setiap hari
minggu selalu diadakan latihan tarian
daerah lho! Ini merupakan tujuan positif karena menurutku melestarikan budaya
daerah dan juga agar kebudayaan itu tetap abadi tanpa terhapus dengan
modernisasi, kegiatan ini sudah diterapkan sejak beberapa tahun lalu #lupa juga berapa lamanya L menurut mba tourguide. Biasanya
tak hanya tarian daerah sebagai pelatihan bagi beberapa penari tapi ada juga
tarian modern yang diajarkan.
![]() |
| Calon Penari |
![]() |
| Penari seni Pura Mangkunegara |














