Hello Beauties ,,
Wahh, akhir-akhir ini
wanita perlu waspadai lho girls karna cuma pada wanita menyerang, uppz * tetapi
hampir 80% hal ini perlu diwaspadai khususnya wanita walapun sebagian kecil pria
juga terkena yaitu Kanker Serviks.
Membahas kanker serviks
memangnya terlalu sulit untuk dijelaskan untuk seperti orang awam seperti aku,
moment beberapa saat lalu pada 30 November 2017, aku bertemu dengan sosok
survivor double cancer , beliau bernama Sumbangsih Elly Mawati dalam Blogger
Gathering “ Mengenali Bahaya Kanker Serviks “ tak hanya ibu Elly sebagai
narasumber dan surviver cancer tetapi hadir pula dr. Yuslam Fidianto,Sp.OG,
Annisa Nugraha, serta komunitas CISC dengan bertajuk #sayapedulikankenserviks .
Terdengar tajam ditelinga
kita tentang kanker serviks karna semenjak kisah perjuangan dari artis Jupe (
Julia Perez) mengindap kanker serviks banyak membuat wanita indonesia terenyuh
terhadap kasus penyakit kanker serviks semakin waspada mengenai penyakit tsb.
Ohh ya beauties, taukah
kamu ??
Bahwa penyakit kanker serviks tidak berasal dari faktor genetik saja
lho!
Karna kanker serviks muncul dari virus yang menyerang di area intim miss v
wanita. Dapat disebabkan dari gaya hidup yang tidak sehat ataupun menikah
terlalu dini / hub sexsual terlalu dini seperti yang dipaparkan oleh dr. Yuslam Fidianto,Sp.OG, mungkin
cukup unik terdengar ditelinga kita mengapa menikah terlalu dini / hub sexsual
terlalu dini karna menurut beliau “ Sekitar 70% kasus kanker serviks disebabkan
oleh Human Papiloma Virus lebih mudah terserang untuk belia muda dengan dibawah
umur 16 tahun.
| Blogger Gathering Kanker Serviks |
Sekilas review dari
penulisan bahwa penyebab dan gejala kanker serviks / kanker mulut rahim gejala
paling umum adalah
- Pendarahan abnormal (pendarahan paska senggama, pendarahan di luar waktu haid, pendarahan setelah menopause)
- Keluarnya cairan kekuningan/keputihan yang terus-menerus dan berbau.
- Nyeri panggul yang tidak berkaitan dnegan siklus hadi serta gangguan BAK (nyeri,sering).
Kanker serviks dapat
menyebar oleh siapapun yakni virus HPV 16 dan 18 yang masuk ke dalam tubuh
melalui hubungan intim, selain virus HPV faktor gaya hidup tidak sehat
mempengaruhinya yaitu merokok, sering berganti pasangan seks dan hamil lebih
dari 3 kali serta konsumsi pil KB. Dan wanita dengan riwayat kesehatan keluarga
yang mengidap kanker serviks, dapat berisiko lebih tinggi.
Selama acara blogger
gathering Mayapada Hospital membuka pola pikir tersadar akan bahaya dan deteksi
dini akan kanker serviks tersebut. Terutama saat mendengarkan kisah inspiratif
dari survivor kanker yaitu Ibu Elly. Ibu elly telah berjuang melawan kanker
serviks selama beberapa tahun hingga saat ini yang membuat aku terkejut saat
menceritakan bahwa kanker serviks adalah penyakit keduanya berawal dari kanker
usus yang beliau derita hingga ususnya dipotong hingga ±
16 cm (kalau tidak salah mendengar aku) setelah beberapa bulan kembali putih dari
pemulihan kanker usus melewati pengobatan intensif di rumah sakit mayapada
hospital tetapi tuhan memberikan rejeki lain tutur beliau saat bercerita
kembali diberikan rejeki kanker serviks/kanker mulut rahim. Pada saat itu aku
mendengarkan kisahnya sangat menyedihkan karna tak kuat menahan air mata bila
membayangkan berada di kondisi beliau saat ini tetapi beliau tetapi tersenyum
dan berpasrah kepada maha kuasa bahwa yang terimanya saat ini adalah rejeki
yang harus disyukuri, dan lawan semua kesedihan dengan tersenyum serta
pengobatan melawan kanker tersebut.
Ibu Elly pun bercerita
bila mana siapapun terkena rejeki kanker serviks maka sebaikknya :
1. Melakukan
tindakan Medis di rumah sakit seperti beliau melakukan di rumah sakit mayapada,
tidaklah melakukan tindakan keluar jalur medis krna dokter ahli lebih berkompeten
untuk mengobati penyakit kanker.
2. Mencari
jaringan komunitas sesama kanker karna untuk mempermudah infomasi tentang
penyakit kanker serta pengobatan serta menjaring komunikasi keluh dan kesah
terhadap sesama penderita kanker.
3. Melakukan
tindakan medis di rumah sakit dengan dokter profesional dibidangnya.
4. Berusaha
Ikhlas melawan segala penyakit serta kembali berserah kepada Tuhan Maha Esa.
Memang bagi kita orang
sehat yang mendengarkan membuat air mata pun jatuh akan kisah inspiratifnya,
bagaimana bisa bila penyakit harus disyukuri dan menjadi rejeki?? Tetapi itu kisah Ibu elly
membuat matahati terbuka lebar agar setiap keadaan apapun manusia kembali
bersyukur berjuang kuat sehat demi orang sekitar kita termasuk keluarga paling
utama.
Ibu
Elly
berserta dr. Yuslam Fidianto,Sp.OG memberikan
informasi seputar Deteksi dan pengobatan kanker serviks, bahwa penderita kanker
serviks akan melakukan serangkaian tes seperti pemeriksaan laboratorium, USG,
Ro Thorax, Sistoskopi, CT scan dan PET scan dan untuk melakukan pencegahannya serta
pendekteksianya dapat dilakukan dengan PAP SMEAR setiap tahunnya, jika untuk
wanita berusia diatas 30 tahun melakukan tes HPV bersamaan dengan PAP SMEAR.
PAP SMEAR pun hanya dapat
dilakukan dengan syarat tertentu,
seperti ini :
· Wanita untuk yang telah melakukan sex
bersama pasangannya
· Tidak sedang haidh/nifas. Pemeriksaan
sebaiknya 5 hari setelah habis haidh.
· Bagi perempuan yang baru melahirkan,
operasi rahim, atau mendapatkan radiasi, sebaiknya melakukan pemeriksaan 6-8
minggu kemudian.
· Tidak melakukan hubungan intim selama 48
jam (2 hari) sebelum pemeriksaan karena ditakutkan bisa mengaburkan hasil
pemeriksaan akibat gesekan yang menimbulkan luka lecet atau adanya sisa sperma.
Waktu melakukan pap smear tempo hari, ada seorang teman yang melakukan hubungan
intim dengan suaminya pada malam hari. Petugas laboratoriumnya langsung menolak
untuk pemeriksaan pap smear.
·
Dan untuk biaya Pap Smear dapat dikonsultasikan ke rumah sakit
terdekat.
(atau
dapat mengetahui info lebih lengkap http://mayapadahospital.com/
atau pun artikel kesehatan)
Maka untuk itu mari Beauties kalahkan penyakit kanker untuk orang terdekat yang kita sayangi. Jangan mau kalah demi penyakit terutama
kanker yang belum ada obatnya karna kanker dapat dikalahkan seperti kisah inspiratif Ibu Elly survivor double cancer dan untuk melakukan pencegahan sejak dini dapat dengan PAP SMEAR dan Bergaya hidup sehat di awali dengan bersih dilingkungan sekitar, bersih pula dalam gaya hidup seperti menjauhi junkfood serta segera konsultasi kepada rumah sakit terdekat untuk mendeteksi kanker, dapat pula bertanya ke http://mayapadahospital.com/ mengatur janji konsultasi atas rumah sakit terbaik dijakarta.
Info Detail :
Instagram : @mayapadahospital
Twitter : RSmayapada
Web : Mayapada Hospital
See you next stories & smile gaes,
^_^
Lastrimode Stories & Smile
Find me on
Tidak ada komentar:
Posting Komentar